education.art.culture.book&media

Film Dokumenter Perdana ‘Silampari, Setelah 2001’ Berhasil Menyedot Perhatian

Antara Lubuklinggau dan Musirawas, di mana putri yang hilang itu merumahkan dirinya?

Kalimat di atas adalah tagline dari film dokumenter ‘Silampari, Setelah 2001’ yang diproduksi oleh Bennyinstitute, dengan produser Bang Benny Arnas. Film ini alhamdulillah telah ditayangkan pertama kali di Cinemaxx Lubuklinggau, kemarin, Sabtu, 16 November 2019, pukul 15.30 WIB.

Film dokumenter bertajuk sejarah daerah ini disambut hangat dan berhasil menyedot perhatian masyarakat Lubuklinggau dan sekitarnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilayangkan ke panitia perihal penayangan film serta harga tiket untuk menonton film tersebut. Namun, film ini pada tayangan perdana hanya untuk beberapa tamu undangan (yang berasal dari kepemerintahan, budayawan, praktisi budaya, dan juga tokoh masyarakat) saja serta masyarakat umum–panitia membagikan 20 tiket gratis dengan sistem undian melalui media sosial Bennyinstitute.

Sambutan Sutradara ‘Silampari, Setelah 2001’

Pemutaran perdana film ini dikemas dengan acara yang benar-benar terkonsep agar informasi yang disajikan tak hanya sebagai konsumsi mata belaka yang hanya lewat ketika perdana ditayangkan. Acara ini dibuka pertama kali dengan penayangan behind the scene selama proses pembuatan film tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari sutradara film, Dede Yonas, serta kata sambutan dari Bapak H. Sulaiman Kohar, S.H., M.H. selaku wakil walikota Lubuklinggau yang kemudian langsung membuka acara ini.

Sambutan Bapak wakil walikota Lubuklinggau

Penayangan film ini berlangsung khidmat dan para penonton pun sangat mengikuti informasi-demi-informasi yang disuguhkan para narasumber melalui film ini. Menyaksikan film daerah di layar lebar bukanlah hal yang biasa, hal itu pun menjadikan penonton benar-benar terhanyut dengan film ini. Tiga puluh menit pun benar-benar tak berasa kala itu. Ya … film berakhir dengan dihujani gemuruh tepuk-tangan-penonton.

Pascapemutaran film, diadakanlah sesi diskusi yang menghadirkan dua narasumber film; Pak Suwandi Syam dan Pak Hamam Santoso; serta produser film ini, Bang Benny Arnas. Diskusi yang dimoderatori oleh Kak Agus Maryanto berlangsung hangat. Apalagi pernyataan baru dari dua narasumber tersebut pascapenayangan. Ya … wajar saja, kedua narasumber ini kembali memberikan pernyataan menyentak terkait ke-silampari-an pun terkait film, karena saat proses pembuatan mereka tak tahu, siapa saja narasumber yang akan disajikan pada film ini. Dan … setelah melihat serta mendengarkan pendapat narasumber lain terkait ke-silampari-an pada film ini muncullah pernyataan-pernyataan tersebut yang menjadi bahan bakar diskusi.

Diskusi pascapemutaran film

Diskusi selesai, acara ini pun berakhir. Gemuruh tepuk-tangan kembali menghujani ruang teater satu Cinemaxx Lippo Lubuklinggau yang berkapasitas 100 orang tersebut. Acara pun ditutup dengan letupan semangat oleh MC sekaligus unit produksi film ‘Silampari, Setelah 2001’, RN Sri Rati Melani.

Silampari adalah aset sejarah bangsa terkhususnya daerah Lubuklinggau, Musirawas, dan Musirawas Utara. Sejarah adalah salah satu aspek yang patut kita lestarikan agar tak terlupakan di kemudian hari. Lantas, ini tugas siapa? Ya … ini adalah tugas kita semua terkhususnya putra-putri daerah tempat budaya itu dilahirkan.

Semoga melalui film dokumenter sejarah ini bisa menjadi sarana melestarikan sejarah daerah pun sebagai sarana mengenalkan jati diri daerah kepada masyarakat luas. Perihal adu-pendapat di mana putri yang hilang itu merumahkan dirinya? Biarkan nanti waktu yang menjawab melalui para pakar sejarahwan. Bagi masyarakat umum, kita patut melestarikan serta setidaknya tahu akan sejarah dari Silampari. Jangan sampai, putra-putri daerah pun tak mengetahui sejarah (jati diri) daerahnya.

Nah … bagi kamu yang penasaran dengan film ini, silakan simak terus informasi di media sosial Bennyinstitute dan juga website ini, ya!

Comments
Loading...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/benny123/public_html/wp-includes/functions.php on line 3783