Potret Senja

Potret Senja
Senja hantar penutup riuh
Pilihan nampak mendekat malam
Mulai ku Sesali perjalanan
Karena bilakau berbicarakan takdir
Tak bisa takdir diterka
Cukup akupun berjalan
Usah lupa Ibadah saat senja
Senja hari ini tak seindah senja kemarin
Siapa bilang senja indah
Senja bagai cambuk takut
Ku takut akan siksa
Esok haraplah senja lagi
senja tak tampak indah
Senja Jua pengingat umur
Senja indah disyukuri
Takdir tak elok diterka
Penuhi lirih doa syukur
Tak usah ulangi sesal
Senja esok kan berbeda
Urungkan tipuan duniawi
Ingat Senja Ingat Kuasa Mu

Senja lalu
Meratap ku senjakan berlalu
Dosa kemarin belumlah usai
Tak harap dosakan terulang lagi
Senja.. ku tangis akan Dosa
Langit hening ciptakan gelap
Sadarku senja ku kan pergi
Angin meniup lirih makin rasa
Dosa tertumpuk tlah cipta
Siakan waktu selalu di hirau
Harap bertemu senja kemarin
Mohon khilaf yang kuasa
Harap ku senja kemarin
Mengulang senja yang hilang
Senja larut ku dalam dosaku..
Senjaku tak seindah senjanya..
Duniawi mempermudah khilaf
Selalu ku ulang, tak tatap hari lalu
Harap senja lalu ingin ku perbaik
Langit merah mulai menghitam
Ingatkan akan kematian
Risau terakhir senja ku lupa
Ingatku pada senja, ingat jua akan dosa lalu

Langit Merah Takut
Langit tampak merah takut
Senja tak seindah matahari terbit
Kubur sendu gurau duniawi
lantunkan syair doa merayu
kumandang beriringan terdengar
Terdiam terpaku lupakan duniawi
Dalam khusyu bait-bait doa
Hiraukan letih akan duniawi
Senja tak nampak indah
Terbitan matahari lebih bersih
Bukan senja yang lebih indah
Senja datang tuk merayu tuhan
Bait-bait doa penyambung pada Nya
Langit senja tak pernah terdengar menolak doa
Matahari redup pengingat penguasa langit
Sadar senja bukan waktu romantis
Senja beringsut menjauh perlahan merengkuh
Warna senja tak lebih indah akan
Cahaya membentang di ufuk timur
Bangunkan jiwa-jiwa terlena mimpi
Usah hiraukan shubuh demi cahaya senja

 

 

Biodata Penulis :
Enita Sari adalah anak pertama dari bapak Edi Santoso dan Ibu Renita, sekarang sedang Menempuh pendidikan di STKIP PGRI LubukLinggau pada semester 7, becita-cita bukanlah seseorang penulis namun ingin belajar menulis

Comments (0)
Add Comment