Perihal Senja
Perihal Senja Senja tidaklah indah jika ditautkan dengan rasa Ia perlahan datang Lalu tiba-tiba menghilang Hanya menyisakan kehampaan yang teramat dalam Aku enggan menyaksikan kehadiran senja Sebab hadirnya tak pernah lama Hanya sekedar sin...
Perihal Senja Senja tidaklah indah jika ditautkan dengan rasa Ia perlahan datang Lalu tiba-tiba menghilang Hanya menyisakan kehampaan yang teramat dalam Aku enggan menyaksikan kehadiran senja Sebab hadirnya tak pernah lama Hanya sekedar singgah Yang menyisakan gundah gulana Tetapi aku tak ingin pula Membenci senja… Berkat kehadirannya Terciptalah panorama yang Indah Entahlah, Terkadang senja menyisakan kehampaan Terkadang pula menciptakan keindahan Dikala Senja Rasanya ingin marah dikala senja Menyaksikan insan-insan berkeliaran diluaran sana Memburu senja katanya Harusnya mereka dirumah Bersiap siaga untuk melaksanakan ibadah Tetapi, sang pemburu senja malah menghiraukannya Mereka lebih asyik diluaran sana Pemburu senja lebih terlena menyaksikan terbenamnya matahari Dengan warna langit jingga yang cemerlang diujung sana Serta panorama yang memancarkan pesonanya Membuat lupa bahwa malam telah tiba Banyak waktu yang juga indah Tidak serta merta hanya di waktu senja Waktu subuh pun lebih indah Terjaga dari tidur dan bisa menikmati terbitnya matahari Keindahan Senja Lihatlah diufuk sana Warna langit jingga dengan cemerlangnya Lihatlah burung-burung yang berkelana Menikmati keindahan alam raya Senja itu mewarnai cakrawala Dengan warna Khasnya Terkadang Merah Terkadang pula Jingga Matahari selalu terbenam dikala senja Menuju gelap, lalu berganti terang Nikmati saja senja itu… Sebab indahnya hanya sekali datang dalam sehari Lantaran senja banyak insan yang terlena Raganya tak mau pulang Dan hanya ingin menatap senja Menginginkan keindahan disetiap pesonanya Bahkan, insan-insan pun berharap senja hadir untuk membuatnya Bahagia
Lanjut membaca