SALAH KERETA, NYARIS MEMBEKU DI SLEZTHAL
Traunkirchen kami tinggalkan begitu kereta ke Hallstatt tiba. Saya tak terlalu paham, indahnya Hallstatt apa, tapi Ethile ngotot sekali kalau saya har...
Kumpulan tulisan dalam ruang Benny Arnas.
Traunkirchen kami tinggalkan begitu kereta ke Hallstatt tiba. Saya tak terlalu paham, indahnya Hallstatt apa, tapi Ethile ngotot sekali kalau saya har...
Sebelum ke Hallstatt dari Salzburg, saya dan Ethile sudah berdebat perihal tujuan berikutnya. Bukan karena satu atau dua tempat tujuan yang tidak dia ...
Selesai berkeliling Salzburg menjelang pukul enam petang, badan sudah menuntut haknya. Setelah memercayakan pada Google Map perihal arah menuju pember...
Di Kuala Lumpur, saya bertemu Indra, pemuda kelahiran Putusibau, Kalimantan Barat, yang ternyata akan bepergian ke Austria. Kami berbincang cukup panj...
Beberapa saat setelah mendarat di Jeddah, saya mendapati dompet seorang pemuda Arab yang berjalan di depan saya tercecer di lantai. Saya cerkas mengam...
Kita kerap mendengar ungkapan bijak bin inspiratif "Jadilah gelas yang setengah isi-setengah kosong" agar masih tersisa ruang dari dirimu untuk meneri...
Oleh BENNY ARNAS Sekitar pukul 2 siang, walikota Lubuklinggau, H. S.N. Prana Putra Sohe yang akrab disapa Nanan, menerima saya di ruang kerjanya. Seba...
Menarik sekali mendengarkan pemaparan Bapak Sujanarko, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK tentang korupsi pada Studium Gen...
Ketika hendak menghadapi ujian di bangku sekolah maupun kuliah, saya, mungkin juga sebagian pembaca, pernah berada dalam keadaan "membaca yang dipaksa...
Suatu hari, seorang peserta Bennyinstitute Writing Class (BWC) bercerita bahwa ia kerap kali menulis cerpen setelah mengikuti seminar, pelatihan, kela...