Museum Patah Hati
—Perihal “Melupakan Tanpa Membuang” Setiba di Zagreb dari Slovenia, baru beberapa menit usai menaruh koper di apartemen, Ethile bersemangat sekali (un...
Kumpulan tulisan dalam ruang Residensi Eropa 2019.
—Perihal “Melupakan Tanpa Membuang” Setiba di Zagreb dari Slovenia, baru beberapa menit usai menaruh koper di apartemen, Ethile bersemangat sekali (un...
Tiba di Minehouse Apartmen pukul 2 siang, saya meminta Ethile mencari nasi atau kebab atau makanan Asia Selatan yang mungkin ia temukan—dan saya tidak...
Ini adalah bagian tulisan yang sudah lama sekali ingin saya bagikan. Selain menjawab keingintahuan sebagian rekan tentang apa yang saya lakukan sebula...
Bakda ashar waktu setempat, kereta yang akan membawa kami ke Villach tiba. Ya, ke Villach, bukan Ljubljana sebagaimana rencana semula. Keputusan ini h...
Kami pun kembali ke Bishofshofen setelah kereta tiba 60 menit kemudian, ya 60 menit kemudian, bukan 45 menit seperti yang terdengar di corong pengumum...
Traunkirchen kami tinggalkan begitu kereta ke Hallstatt tiba. Saya tak terlalu paham, indahnya Hallstatt apa, tapi Ethile ngotot sekali kalau saya har...
Selesai berkeliling Salzburg menjelang pukul enam petang, badan sudah menuntut haknya. Setelah memercayakan pada Google Map perihal arah menuju pember...
Di Kuala Lumpur, saya bertemu Indra, pemuda kelahiran Putusibau, Kalimantan Barat, yang ternyata akan bepergian ke Austria. Kami berbincang cukup panj...
Beberapa saat setelah mendarat di Jeddah, saya mendapati dompet seorang pemuda Arab yang berjalan di depan saya tercecer di lantai. Saya cerkas mengam...