education.art.culture.book&media

RESIDENSI LITERASI DIGITAL BENNYINSTITUTE LUBUKLINGGAU, 8-11 JULI 2019

Sambutan

Tahun ini, bennyinstitute mendapat kehormatan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dengan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan residensi pegiat literasi Taman Bacaan Masyarakat Tingkat Nasional.

Optimalisasi website, media sosial, festival film, dan pendekatan videografi dan digital writing dalam pemublikasian sejumlah kegiatan kami, membuat kami menerima tantangan ini dengan gembira.

Di residensi ini nantinya, relawan bennyinstitute dan mereka yang kerap terlibat dalam kegiatan-kegiatan kami selama ini, akan berbagi tentang kelas-kelas kreatif, kegiatan terkait literasi digital, forum mutakhir yang kami inisiasi, dan bincang dengan tokoh literasi setempat. Tak lupa, kami akan meluncurkan/mementaskan karya para relawan dan peserta kelas kreatif.

Kami berupaya semaksimal mungkin memberdayakan kekuatan lokal untuk menciptakan suasana residensi literasi rasa daerah, rasa Lubuklinggau. Bukan sekadar memindahkan pelatihan dari Jakarta ke Lubuklinggau. Insya Allah.

Acara ini mendapatkan dukungan penuh Pemda Lubuklinggau, Dewan Kesenian Kota Lubuklinggau, dan pihak-pihak yang mungkin akan bergabung kemudian. Berikut kami lampirkan rangkaia acara dalam perhelatan ini. Semoga bermanfaat. Salam Literasi!

Rendi Rinaldo Arlingga

Produser Program

 

1. Presentation | DAILY DIGITAL WRITING

Meeting Room, 8 Juli 2019 | 16.30 – 17.30

 

Sebelum makan malam dan Residensi Literasi Digital dibuka secara resmi, para peserta akan diberi pembekalan terkait rutinitas penulisan secara digital yang harus mereka jabani selama acara. Juli Yandika, penjaga gawang www.bennyinstitute.com, akan mempresentasikan selayang pandang tentang website tersebut. Namun yang jadi titik fokusnya adalah memandu peserta untuk memiliki akun penulis di laman daring tsb, tutorial pemostingan tulisan yang harus dilakukan setiap hari, dan bagaimana formulasi serta format tulisan untuk platform digital.

 

2. Ceremony | WELCOMING DINNER & OPENING

Rumah Dinas Walikota, 8 Juli 2019 | 19.00 – 21.30

 

Jamuan makan malam di Rumah Dinas Walikota Lubuklinggau akan mengawali pembukaan residensi ini. Acara akan berlangsung santai, meskipun peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Peserta juga akan memperkenalkan diri dan profile singkat lembaganya masing-masing. Acara direncanakan dibuka oleh Walikota Lubuklinggau, H. SN. Prana Putra Sohe.

 

3. Review | WRITING ON WEBSITE

Meeting Room, 9, 10, 11 Juli 2019 | 08.00 – 09.00

Juli Yandika dan Melanie bertanggung jawab atas review yang menjadi tugas harian yang harus diunggah peserta ke website setiap harinya. Penulisan review berbasis website ini adalah upaya latihan untuk membiasakan peserta dengan model penulisan digital. Tiap pagi, usai sarapan, tulisan peserta di-review untuk terus menjadi lebih baik.

 

4. Talkshow | BENNYINSTITUTE & MEDIA SOSIAL

Meeting Room, 9 Juli 2019 | 09.00 – 10.15

 

Tiga tahun terakhir, bennyinstitute memberi perhatian besar pada dunia digital. Derasnya arus informasi, menuntut bennyinstitute untuk responsif dengan zaman yang terus berkembang. Bagaimana bennyinstitute memberdayakan website dan kanal-kanal media sosialnya, akan dikupas tuntas dalam sesi bincang yang menghadirkan Juli Yandika dan Faruq Yovian Saputra.

 

5. Book Talk & Launch | KRONIK PRAHARA

Meeting Room, 9 Juli 2019 | 10.30 – 12.00 (OPEN & FREE FOR PUBLIC)

 

Septi Wahyuni adalah relawan kelas menulis (bWC) dengan catatan kekaryaan yang baik. Ketika menjadi mahasiswa, ia menjuarai lomba menulis cerpen antarmahasiswa tingkat nasional. Setelah 7 tahun menjadi bagian bennyinstitute, Septi meluncurkan kumpulan cerpen tunggal debutnya. Penulis Desy Arisandi memandu perbincangan menarik yang menghadirkan Shinta Ridwan, Vudu Abdurrohman, dan Deny Nofriansyah.

 

6,7. Paralel Short Class | HURUF ULU & SHORT MOVIE FESTIVAL

Bennyintitute, 9 Juli 2019 | 13.30 – 16.30

Tidak lengkap rasanya kalau residensi ini tidak mengunjungi bennyinstintute. Oleh karena itu, kami menghadirkan dua panel yang diparalelkan. Selain untuk menyiasati ruang belajar bennyinstitute yang tidak terlalu luas, kelas paralel ini juga bisa membuat kelas berlangsung lebih efektif. Berlian Susetyo pengampu Kelas Huruf Ulu bennyinstitute akan memandu kelas aksara lokal ini, sedangkan, kedua relawan kelas seni peran—Mimi la Rose dan Yadie Milano—akan berbagi bagaimana bennyinstitute mengelola festival-festival filmnya.

 

8. Majelis Lingkaran | SOSIOLINGUSITIK 4.0

Taman Kurma, 9 Juli 2019 | 16.15 – 17.45 (OPEN & FREE FOR PUBLIC)

Januari 2019, bennyinstitute menginisiasi terbentuknya forum diskusi berbasis paper. Selain mewajibkan tiap anggotanya untuk menulis paper sekaligus menjadi pemantik diskusi, forum ini dengan tegas menyebut dirinya sebagai perkumpulan kopi darat, bukan sekadar grup daring. Siapa pun boleh datang ke diskusi Lingkaran, asalkan mereka membawa paper yang sudah di-print—bukan membacanya di gawai. Kali ini, Yazir Kidum, Master of Arts dari UGM akan memaparkan papernya bertajuk Sosiolinguistik 4.0. Diskusi ini akan dipandu oleh Martini selaku moderator. Para peserta residensi akan lebur dan menjadi bagian dari forum ini di sore harinya. Pasti seru!

 

9, 10. Watching & Talkshow | LOCAL FILMOGRAFI

Meeting Room, 10 Juli 2019 | 8.45 – 12.00 (OPEN & FREE FOR PUBLIC)

Salah satu keberhasilan literasi digital yang diusung bennyinstitute adalah literasi film. Melalui festival film yang diselenggarakan sejak 2017, ratusan film pendek telah diproduksi. Dalam kesempatan kali ini, selain bennyinstitute mengundang para sineas yang memenangkan penghargaan bergengsi di Lubuklinggau Short Movie Festival dan Lubuklinggau Student Short Movie Festival beserta para seniman yang pernah didapuk menjadi jurinya—Dede Yonas Saputra (Cinemapartner), Yuhesti Mora (TBM Hesti Mora), Rido Amilin (Climpo Art), Inung Linggau (Sutradara), dan Azman Bainuri (Budayawan). Tentu saja, film-film para pemenang akan ditayangkan untuk ditonton bersama.

 

11. Creative Talk | TEXT, STAGE, & SCREEN

Meeting Room, 10 Juli 2019 | 13.00 – 14.00 (OPEN & FREE FOR PUBLIC)

Salah satu siasat bertahan dan berkembang dalam era 4.0 adalah dengan berkolaborasi. Di ranah kreatif—tak terkecuali di Lubuklinggau, sejauh mana ranah kepenulisan, pementasan, dan audiovisual menerapkannya, akan dikupas dalam panel yang sangat relevan dengan perkembangan dunia kreatif hari ini tersebut. Penulis Wendy Fermana, Praktisi Teater RD. Kedum, dan Ketua Komite Film Dewan Kesenian Kota Lubuklinggau Rendi Ferdiansyah, akan menyumbangkan perspektif mereka terkait topik di atas.

 

12. Writing | RESIDENCIAL ESSAYS

Meeting Room, 10 Juli 2019 |14.00 –17.30 WIB

Menulis langsung esai di lokasi residensi, bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu nyaman. Namun, hal itu sebenarnya memiliki banyak keuntungan, di antaranya: ingatan akan kegiatan dan momentum penting masih segar di kepala, juga melatih untuk menulis di bawah jadwal dan tenggat sekaligus untuk melawan mitos mood. Penulisan esai residensi ini akan dipandu relawan kelas menulis yang sudah memiliki buku dan kerap memenungi sayembara menulis—Mimi La Rose, Ririen Octarina, Septi Wahyuni, dan Juli Yandika.

 

13, 14. Literacy Speech & Theater Performance

BENNYINSTITUTE & SIASAT LITERASINYA | MATAHARI DI SEBUAH JALAN KECIL

Gedung Teater Kecil, 10 Juli 2019 | 19.00 – 21.30 (OPEN & FREE FOR PUBLIC)

Dapat dikatakan, malam penutupan Residensi Literasi Digital adalah puncak acara. Setelah sambutan dari Ketua Dewan Kesenian Lubuklinggau, Hj. Yetti Oktarina, dua sajian berkelas akan dihadirkan dalam bentuk orasi literasi yang akan disampaikan oleh Wien Muldian dan pementasan teater oleh tim bennyinstitute Acting Class.

 

RUNDOWN RESIDENSI LITERASI DIGITAL 2019

BENNYINSTITUTE-LUBUKLINGGAU, 8-11 JULI 2019

 

PROFIL SINGKAT RELAWAN DAN PENGISI ACARA

Comments
Loading...