education.art.culture.book&media

Riset 5 tahun, Desy Arisandi terbitkan Buku Gulai Ampai

Bagaimana meneroka sejarah? Banyak cara ditempuh, namun tidak banyak yang melihatnya dengan kacamata Gastronomi.

Desy Arisandi, penulis produktif Lubuklinggau sedang mempersiapkan “Gulai Ampai: Siasat Gastronomi di Era Pra Kemerdekaan di Musi Rawas”.

Buku ini, sebagaimana dinyatakan Desy, merupakan hasil penelitian yang telah ia lakukan secara mandiri sejak 2018.

Memadukan riset pustaka dan lapangan, buku ini membuat kita tahu banyak hal—yang selama ini mungkin tak terlalu kita perhatikan.

Misal, kenapa sayur bening malah dinamakan gulai ampai, lalu bagaimana asal mula ikan salai. Dua hal ini dibahas dengan kacamata sejarah pra kemerdekaan dan tinjauan keresidenan Palembang.

“Semoga hasil penelitian ini membawa banyak manfaat. Terima kasih Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatra Selatan yang telah membuat buku ini hadir ke hadapan pembaca lewat Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan,” ujar guru Bahasa Indonesia di SMP L Sidoarjo Musi Rawas itu.

Comments
Loading...