education.art.culture.book&media

BERBURU SUAMI KE BADAN BAHASA

 

Akhirnya, dummy (buku contoh) catatan perjalanan Benny Arnas selama 20 hari di Seram Bagian Barat rampung. Pada Kamis (31-5-2018), dummy yang diberi tajuk “Berburu Suami” itu diantar langsung Penulis ke Badan Bahasa dan diterima oleh Dra. Ovi Soviaty Rivay, M.Pd. (Kepala Bidang Pembelajaran)
Dr. Luh Anik Mayani, M.Hum. (Kepala Subbidang Bantuan Teknis).

Dengan demikian, Benny Arnas menjadi sastrawan pertama yang menyelesaikan buku jurnalisme sastra dari hasil residensinya. Sebagai informasi, selain Benny Arnas yang ditempatkan di Seram Bagian Barat, ada 5 sastrawan lain yang lulus kurasi Badan Bahasa untuk menjalankan program Sastrwan Berkarya di Wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), yaitu Sunggung Raga (ditempatkan di Kepulauan Meranti), Raedhu Basha (Pulau Nias), Norman Erickson Pasaribu (Banggai Kepulauan), Toto Sugiharto (Konawe Kepulauan), dan Raudal Tanjung Banua (Pulau Buru).

“Berburu Suami” merupakan karya residensi Benny Arnas yang ketiga setelah kumpulan esai “The Birds Walking in Aukland” yang merupakan hasil perjalanannya di Selandia Baru (2016) dan buku naskah lakon “Panca Mukti, Setelah Petang” (2017) yang merupakan hasil residensi Seniman Mengajar II di Bengkulu Tengah.*

Comments
Loading...