education.art.culture.book&media

My Pretty Angel

Orang  yang pertama kali mencintai kita, sebelum kita hadir di dunia. Orang yang tidak pernah mengeluh sedikitpun, walaupun kita melakukan kesalahan berulang kali. Kasih sayangnya begitu luar biasa untuk anak-anaknya. Tidak pernah marah ketika kita salah. Kalaupun marah,  itu tidak membuat rasa sayangnya berkurang. Orang yang pertama kali menyentuh kita, selama sembilan bulan dibawa kemana-mana tanpa adanya rasa lelah. Ibu..engkau sangat mulia semua pengorbanan yang pernah engkau lakukan untuk anak-anakmu tidak pernah engkau meminta balas kasihan. Semua perjuangan yang engkau lakukan selama ini, tidak pernah engkau meminta balas budi untuk merawat anak-anakmu, dari masih berukuran janin, gumpalan darah, hingga menjadi daging. Ibu apapun akan engkau lakukan untuk anakmu, nyawa pun engkau taruhkan untuk melihat anakmu bahagia. Sosok yang kuat, yang mengajarkan kita apa itu kehidupan. Bukan hanya menjadi ibu rumah tangga tapi engkau juga menjadi sosok guru untuk anak-anaknya di rumah.

Teruntuk ibuku, terima kasih telah melahirkanku di dunia ini. Aku sangat bersyukur lahir dari sosok wanita yang sangat luar biasa, wanita yang mengajariku apa arti kehidupan, wanita yang kuat walaupun kaadaan sakit masih bisa mengurus ayah dan anak-anaknya. Wanita yang mengajariku membereskan rumah, dari yang tidak bisa dan menjadi bisa, mengajariku memasak, mencuci, dan semua hal yang dulunya tidak bisa aku lakukan. Ibu, engkau sosok wanita yang sangat cantik, cantik paras dan juga cantik hati. Wanita yang serba bisa, multitalenta. Wanita yang tangguh, wanita yang tidak pernah bersedih, kalaupun ada itu tidak pernah engkau tunjukkan kepada anakmu. Sosok malaikat tanpa sayap, yang Tuhan kirim ke dunia. Wanita terbaik, tersabar dan terlainnya. Ibu, tanpamu mungkin aku tidak akan menjadi sosok wanita yang kuat, kuat dalam segala hal. Kuat menghadapi semua masalah yang datang dan menerjang semua kerasnnya dunia. Iya bu, engkau mengajariku apa itu sabar, apa itu pengorbanan dan apa itu ikhlas. Ibu, aku sangat beruntung lahir dari rahimmu, sosok wanita yang sangat dicintai ayah.

Bu, maaf kalau aku belum bisa menjadi sosok wanita yang dewasa. Terkadang, aku egois tidak pernah mendengarkan nasihatmu, membangkang setiap ibu menyuruhku, sok-sok an bisa menghadapi semuanya sendiri. Tapi percayalah bu, aku masih sangat mmbutuhkan sosokmu. Ibu, harus bagaimana lagi aku mengungkapkannya. Sosokmu yang tidak pernah lelah melakukan segala hal dan tidak pernah mengeluh sedikitpun.

Bu, cintamu sangat tulus…wanita yang mampu menjadi sosok apapun. Sosok yang bertanggung jawab memperhatikan kebutuhan anaknya dan sosok yang sangat perduli. Jasamu begitu besar bu..merawat dan berkorban untuk anakmu dari bayi dan sampai selama nafas masih berhembus diragamu. Ibu, bolehkah aku meminta ? meminta untuk engkau mengajariku memberikan kasih sayang, sama halnya dengan engkau memberikan kasih sayang kepadaku ? tentu saja, bukan untuk pasangan hidupku, melainkan agar mampu mencintaimu melebihi cintamu padaku. Aku sadar, mungkin aku tidak bisa melakukan hal itu. Tapi, setidaknya berikan aku kesempatan agar mampu mencintai dirimu melebihi cintamu padaku.

Terima kasih telah menjadi sosok pendengar yang baik, yang mendengarkan semua keluh kesahku. Rasa ingin menyerah terkadang selalu ada di pikiranku, tapi itu semua tidak pernah terjadi karena sosokmu yang selalu menguatkanku. Bu, betapa bahagianya ayah memiliki istri sepertimu, wanita yang cantik, tidak pernah menyerah, tangguh,dan memiliki sifat yang lapang dada. Bu, kalau saja aku boleh meminta lagi, aku ingin ibu selalu bersamaku. Masih ada mimpi yang belum aku wujudkan bersamamu, masih ada kebahagiaan yang belum aku bagikan denganmu, dan masih banyak cerita yang ingin aku sampaikan padamu.

Tidak banyak harapanku, hanya saja ibu tetap panjang umur dan sehat selalu agar bisa melihatku menggapai kesuksesanku. Bu, mungkin ini tidak sebanding dengan semua pengorbanan yang engkau lakukan. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih sekali lagi. Terima kasih untuk malam-malam panjang, selalu menjagaku dari gigitan nyamuk dari kecil hingga seakarang. Terkadang aku berpikir, bagaimana penderitaanmu mengandungku selama 9 bulan tidak berakhir sampai melahirkanku saja, tetapi sampai sekarang, sampai nafas masih berhembus di ragamu.

Ibu, tak hentinya aku bersyukur dan mengucapkan terima kasih padamu. Sunggu aku sangat mencintaimu. Doakan aku, agar mampu membuatmu bahagia selalu. Karena, doamulah yang selalu mengiringi setiap langkah perjalanan hidupku termasuk juga kesuksesanku. Ibu, engkaulah surga-ku. Aku menyayangimu selalu.

Terima Kasih…

 

 

Comments
Loading...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/benny123/public_html/wp-includes/functions.php on line 4757