education.art.culture.book&media

PERNAHKAH KITA MEMIKIRKAN PERASAAN SEORANG IBU

Pernahkah kita memikirkan perasaan seorang Ibu?
Fiorentina Eka Putri
Ibuku yang sudah tua dan sudah seharusnya berada di rumah saja menikmati hari-hari tuanya tetapi, masih saja bekerja untuk anak-anaknya. Ibuku bernama Sartinah,umurnya sekitar 60 tahun-an. Ibu adalah sosok yang sangat berarti di dalam hidup anaknya. Ibu rela melakukan apa saja demi sebuah kebahagian untuk putra-putrinya. Sosok ibu adalah pahlawan bagi keluarganya. Ibu rela bekerja membanting tulang agar kebutuhan anaknya dapat terpenuhi. Ibu lebih mengutamakan anaknya dibandingkan dirinya. Ibu tidak pernah merasa terbebani atas apa yang ia lakukan terhadap anaknya. Ibu tidak pernah menuntut apa-apa dari seorang anak. Yang ia inginkan hanyalah kebahagiaan anaknya.
Pernahkah kita sebagai anak memikirkan pula perasaan ibu kita? Tentu saja pernah, namun tidak seperti ibu kita yang memikirkan perasaan anaknya. Coba bayangkan apa jadinya jika seorang anak tumbuh tanpa sosok ibu di dalamnya. Ibu yang selalu memberikan kasih sayang kepada anaknya tanpa menuntut balas budi. Tak ada kata mengeluh yang terucap dari bibirnya. Tangannya tanpa diminta rela membantu saat anaknya merasa kesulitan mengerjakan sesuatu. Kakinya yang tanpa lelah rela berjalan menyusuri lorong waktu untuk mencari nafkah bagi keberlangsungan hidup keluarganya. Terkadang pelukan dari seorang ibu juga dapat memberikan kenyaman untuk seorang anak. Senyum lebar selalu ibu tunjukkan kepada anaknya sekalipun meski di benaknya menyimpan seribu gundah akan lelahnya sebuah kehidupan.
Lalu bagaimana caranya agar kita sebagai anak dapat sedikit membalas semua kebaikan-kebaikan yang ibu berikan kepada kita? Jika kita tidak dapat membuatnya bangga setidaknya kita sebagai anak tidak membuat Ibu kita kecewa atas apa yang kita perbuat. Ibu tidak pernah meminta agar anaknya bisa berbalas budi kepada ibunya. Pengharapan dari seorang ibu yang sangat sederhana adalah semoga kelak anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih layak dari orangtuanya. Harapan yang sederhana bukan? Jadi sosok ibu adalah malaikat tak bersayap yang hadir di tengah-tengah hidup seorang anak, yang tanpa diminta rela melakukan apa saja untuk kebahagiaan seorang anak. Pekerjaan apa saja rela ia lakukan tanpa bantuan dari orang lain. Pekerjaan seberat itu saja ia bisa melakukannya. Tetapi terkadang hanya untuk memikirkan perasaan ibu saja kita lalai untuk melakukannya. Sebenarnya kita bisa melakukannya dengan sebuah perbuatan yang sederhana seperti, menanyakan bagaimana keadaan ibu sekarang, menanyakan tentang apa saja yang ibu kita rasakan, dan hal-hal sederhana lainnya.

Comments
Loading...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/benny123/public_html/wp-includes/functions.php on line 4757