education.art.culture.book&media

Senja

Senja
Senja semakin lama semakin ingin meninggalkan
Cahaya jingga yang sangat cerah mulai menghilang
Kini berganti dgn awan hitam yang gelap
Semua perubahan itu membuatku larut dalam lamunan
Senja itu hanya datang sekejap
Kau cuma hadir di sore hari
Kau tidak hadir di setiap waktu

Aku tidak begitu berharap kepada senja
Karena aku tau senja hanya datang cuma sesaat
Senja tidak bisa menemani ku di kala aku sedih dan senang
Kiraku senja selalu setia setiap saat bersamaku
Ternyata tidak …
Senja hanya hadir di waktu yang tepat

Sahabat senja di tengah malam

Sahabat terbaik itu hadir di awal di awal pertemuan
Dan perkenalan hingga menjadi seakrab ini
Sahabat baik itu tak pernah membelakangi ataupun saling menyakiti

Sahabat itu selalu ada di saat kita sudah maupun duka

Aku mencintaimu seperti sahabat senja yang ada di setiap ruang dan sajak yang ku tulis sampai detik ini

Percayalah hujan dan senja itu ialah janjiku untuk selalu menghadirkan sebagai sosok yang membuatku mampu mencintai senja dan hujan seperti ku mencintaimu…sahabat terbaikku.

Menanti senja di sore hari

Sengaja aku datang kesini untuk menyaksikan senja
Kali ini, aku benar-benar menyaksikannya
Menyaksikan senja dengan segala bentuk keindahannya
Meskipun kehadirannya hanya sesaat saja

Senja sama saja seperti dirimu …
Sama-sama memberikan keindahan saat hadir
Tapi sayang, hadirnya hanya sesaat
Segala bentuk keindahannya hanya sekejap saja

Hampir setiap sore aku lewati dengan memandang keindahan warna mu
Tapi, sore ini terlihat biasa saja
Mungkin belum saatnya senja tiba
Hingga akhirnya langit menjadi gelap gulita
Ternyata kau tidak hadir pada sore itu

Nama saya Aprindah,saya lahir di kayu agung 09-april-2001, cita-cita saya ingin menjadi guru yang profesional,saya Sekarang sedang menempuh pendidikan S1 Di STKIP-PGRI LUBUKLINGGAU

Comments
Loading...