education.art.culture.book&media

Benarkah Hari Ibu Hanya Ada Satu Hari Dalam Setahun???

Ibu adalah definisi yang tak terdefinisikan. Kenapa begitu? Karena setiap dari kita pasti punya definisi tersendiri akan sosok Ibu. Ibu yang mengandung sembilan bulan sepuluh hari, melahirkan dan menyusui selama dua tahun lamanya, serta Ibu pula yang merawat kita tanpa mengeluh. Apa yang dapat kita perbuat untuk membalas jasanya? Kita sendirilah yang tahu jawabannya.

Tanggal 22 Desember 2018 kemarin dinobatkan sebagai perayaan hari Ibu se-Indonesia. Banyak di antara kita yang merayakannya dengan berbagai cara. Mulai dari memberikan bunga, hadiah, doa, serta pesta meriah demi membahagiakan Ibu. Tidak hanya secara pribadi untuk merayakan hari ini, bahkan komunitas ikut andil dalam merayakan moment hari ibu dengan caranya masing-masing. Salah satunya bennyinstitute yang tak mau ketinggalan untuk menyulap moment ini ke dalam sebuah acara perlombaan, sebagai bentuk perayaan hari ibu dengan tema: Ibu, Panggung, dan Cerita.

Acara ini diadakan oleh bennyinstitute satu hari setelah hari ibu atau lebih tepatnya pada hari Minggu, tanggal 23 Desember 2018, di gedung Teater Kecil Lubuklinggau dengan diikuti lebih kurang 60 peserta dari Bennyinstitute Writing Class dan Bennyinstitute Acting Class. Bennyinstitute Writing Class (BWC) adalah kelas menulis angkatan ke-3 yang dimentori langsung oleh penulis ter-nama kota Lubuklinggau, Kak Benny Arnas, dengan jumlah peserta 31 orang. Sedangkan Bennyinstitute Acting Class (BAC) adalah kelas akting angkatan ke-3 yang dimentori langsung oleh Kak Inung Linggau, berjumlah 27 peserta. Kelas BWC dan BAC ini dilaksanakan selama 6 kali pertemuan dengan jadwal pertemuan pada setiap hari minggu pukul 13.00 s/d 14.30 Wib untuk kelas BWC dan pukul 14.30 s/d 17.00 Wib untuk kelas BAC. Semua peserta BWC dan BAC kali ini adalah mahasiswa/mahasiswi STKIP-PGRI jurusan Bahasa Indonesia.

Acara ini dimulai pada pukul 09.00 Wib dan dibuka secara langsung oleh Direktur Bennyinstitute, Kak Benny Arnas. Ia menegaskan bahwasanya perlombaan ini terlaksana tidak hanya untuk merayakan hari-hari penting nasional seperti ini melainkan juga menumbuhkan daya kreatifitas anak muda dalam dunia seni, juga mengajak anak muda untuk melakukan hal-hal positif yang nantinya akan menyebar-luas ke masyarakat. Sangat penting kiranya untuk selalu mengasah daya kreatifitas agar senantiasa berproses dalam menciptakan karya seni yang berkualitas. Tak sampai disitu, ia mengharapkan agar kegiatan-kegiatan seperti ini rutin dilakukan. Selain bermanfaat juga menjadi wadah dalam menyalurkan bakat dan minat anak muda.

Perlombaan kali ini memiliki nama tersendiri yakni On The Spot Writing Contest atau menulis secara langsung adalah nama perlombaan di kelas BWC dan Acting-Improvisation Contest atau improvisasi akting adalah nama perlombaan kelas BAC. Untuk On The Spot Writing Contest sendiri para peserta lomba dibagi atas beberapa jenis tulisan yakni cerpen, artikel, dan artikel reportase. Dimana pembagiannya dilakukan dengan sistem pengundian nomor. Peserta diberi waktu selama 1 jam untuk menuliskan cerita yang ditentukan dengan tema: Ibu, Panggung, dan Cerita. Para peserta diwajibkan menuliskan cerita menggunakan laptop dan mengirimkan tulisannya melalui web bennyinstitute. Acara yang dimulai bersamaan dengan Acting-Improvisation Contest menampilkan para peserta BAC yang menampilkan kemampuan mereka lewat peran monolog dengan tema yang ditentukan sebelumnya oleh panitia. Masing-masing peserta memiliki tema tersendiri untuk uji kebolehannya dalam berakting ditambah properti yang mereka siapkan sendiri.

Tak hanya itu, acara pun dimeriahkan oleh penampilan puisi yang dibacakan oleh salah satu peserta BWC yakni Dian Oktiana dengan judul Ibu. Tak mau ketinggalan, istri Kak Benny Arnas, Mbak Desy Arisandi ujuk kebolehan menceritakan ulang isi cerpen yang pernah ia tulis dalam buku 9 Cerita Cinta Yang Ganjil. Selain itu Kak Benny Arnas pun tak ketinggalan menceritakan ulang cerpennya. Sebelum pemenang lomba diumumkan Kak Inung Linggau memberikan arahan dan motivasi untuk selalu siap memerankan karakter apapun di atas panggung. Sempat juga beliau mencontohkan peran dadakan yang diminta para penonton yakni memerankan karakter banci.

Perlombaan yang dilaksanakan kurang lebih satu jam itu menghasilkan para pemenang lomba On The Spot Writing yakni, juara pertama diraih oleh Ratih Andri, juara kedua Eka Fitanti, juara ketiga Liberty Anggela, dan karna antusias dari peserta sehingga panitia memutuskan menambah daftar nama pemenang harapan. Harapan satu yang diraih oleh Dian Oktana, harapan dua oleh Septa Mila Sari, dan harapan tiga oleh Shelby Ayu.

Acting-Improvisation Contest menobatkan Mega Suhartini sebagai juara pertama, Sri Wahyuningsih juara kedua, dan Tiwi Rikasiwi juara ketiga. Sama halnya dengan On The Spot Writing Contest, panitia Acting-Improvisation Contest menambah daftar pemenang menjadi harapan satu Tinezia Cendani, harapan dua Sulastri, dan harapan tiga Mersi Amelia Putri. Semua pemenang mendapatkan sertifikat dan bingkisan menarik dari bennyinstitute. Tak sampai disitu acara ditutup dengan foto berasama para peserta dan semua fasilitator bennyinstitute.

Merujuk pada perayaan hari Ibu yang bennyinstitute lakukan atau bahkan teman-teman yang lain juga merayakannya dengan cara dan ide masing-masing. Apakah benar hari Ibu hanya ada satu hari dalam satu tahun yakni 22 Desember? Apakah hanya ditanggal tersebut kita boleh merayakannya? Apakah hanya di-hari tersebut Ibu kita bisa bahagia? Jawabannya Tidak. Karna kalau secara perayaan nasional, benar bahwasannya hari Ibu jatuh pada tanggal tesebut. Namun sesungguhnya, hari Ibu adalah setiap hari. Dimana kita bisa berucap lemah lembut, memberi hadiah bahkan membahagiakan Ibu pada setiap harinya. Perayaan hari Ibu ini menjadi pedoman bagi kita agar senantiasa memperlakukan setiap hari sebagai hari Ibu. Salah satu caranya dengan tidak berkata kasar, mendengarkan semua nasihatnya, serta membahagiakannya setiap hari, karena Ibu tidak terdefinisikan.

 

Baca juga:

1. DARI PANGGUNG PARADE BENNYINSTITUTE

2. “Ibu, Panggung, & Cerita”, Peserta BWC Dan BAC Angkatan Ke-3 Kembali ‘Unjuk Karya’!

3. Menjadi Pemenang Tak Hanya Sebatas Kebahagiaan Dan Prestasi, Tapi Lebih Dari Itu!

Comments
Loading...