education.art.culture.book&media

Rasa Pahit Tak Selamanya Buruk

Lubuklinggau, kota perbatasan Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan. Hari itu cuaca di Lubuklinggau sedikit mendung setelah sekian lama tak kedatangan hujan, matahari sembuyi diantara gumpalan-gumpalan awan, terasa sejuk sekali tetapi langit tak kunjung menumpahkan hujan. Sesekali khimar yang kupakai berkibar-kibar diterpa angin.

Aku menyengaja keluar dari rumah hanya ingin mengunjungi Cofee Truck baru yang berada tak jauh dari salah satu icon Kota Lubuklinggau, Taman Kurma Masjid Agung As Salam. Cofee Truck yang di dominasi dengan warna putih. Kopi hitam Ananda Natural Roaster begitu tulisan yang ada pada logo yang tertera di Cofee Truck ini.

Cofee Truck Ananda setiap harinya ter parkir di depan Kantor Pos Kota Lubuklinggau. Cofee Truck Ananda mulai beroperasi dari pagi pukul 09.00 WIB hingga malam hari pukul 23.00 WIB.  Cofee Truck ini sangat pas jika beroperasi di wilayah ini, karena tepat berada di tengah kota yang sangat sering dikunjungi wisatawan. Pengunjung Cofee Truck ini sebagian besar adalah remaja yang memang sengaja duduk-duduk sambil minum kopi bersama.

Menu yang disediakan Cofee Truck Ananda cukup sederhana, sesuai dengan konsep Cofee Truck yang hanya menyediakan berupa minuman kopi dan beberapa varian minuman coklat. Sebenarnya aku bukanlah penikmat kopi apalagi pencintanya, aku hanya meneguknya kalau aku mau pun ketika aku butuh, tapi jarang juga aku membutuhkannya. Aku lebih butuh yang tak berasa untuk mengawali atau menutup hariku. Lebih sehat. Karena yang tak berasa bisa diisi dengan beraneka rasa yang akan kujalani sepanjang hari. Yang tak berasa cukup menampungnya, menyisihkan satu demi satu rasa yang beraneka macam itu dan menempatkannya pada tempat seharusnya.

Banyak yang bilang bahwa hidup tak selalu manis. Tapi kubilang, siapa yang mau menambahkan rasa pahit jika manis saja lebih menyenangkan ? tapi kata mereka lagi, terkadang pahit baik bagimu. Bukan kopi, contohnya obat. Obat itu pahit, tapi dapat menyebuhkan sakitmu. Sama dengan perasaan pahit, kenangan pahit, makanan yang pahit. Tanpa rasa pahit, kau tak akan mengerti apa itu manis, yang mana asam dan yang mana rasanya asin. Mungkin mereka benar, pahit tak selalu buruk. Terkadang pahit mengajarkan sesuatu, menyampaikan pesan.

Mataku tertuju pada menu Cappucino, menu aman untuk seorang yang bukan penikmat kopi. Kupilih tempat duduk yang berada paling ujung dari truck, cukup lama sewaktu barista menyiapkan pesananku. Setelah pesananku datang, Cappucino dari Cofee Truck Ananda ini sangat enak menurutku, dengan harga yang tidak terlalu mahal seperti kopi-kopi yang disediakan di cafe-cafe rasanya menurutku hampir menyamai.

Mencicipi kopi dengan cuaca yang sejuk di sore hari diluar ruangan dengan pemandangan orang-orang yang berlalu lalang membuat rasanya jadi sedikit berbeda. Jika biasanya orang-orang ramai datang dan mencicipi aneka minuman green tea atau thai tea yang tengah menjamur, tidak ada salahnya jika sebagai penduduk lokal juga ikut men support dengan mencoba minum kopi lokal Lubuklinggau, apalagi kopi menjadi salah satu jenis kuliner yang ditawarkan oleh Kota Lubuklinggau kepada wisatawan. Hari ini kututup  dengan secangkir kopi. Terkadang sesuatu yang dibuka dengan rasa manis tak melulu harus ditutup dengan rasa manis juga-

Comments
Loading...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/benny123/public_html/wp-includes/functions.php on line 3729