education.art.culture.book&media

Laki-laki misterius idaman (Tugas BWC #3)

Seindah senja menyapa, hari itu tepatnya tanggal 12 mei 2015 adalah hari yang sangat berkesan bagi dinda karena dihari itu dinda bertemu dengan seorang laki- laki yang belum ia kenal sebelumnya. Bagi nya laki- laki itu sangat misterius mulai dari awal bertemunya dinda dikantin sekolah nya, aneh memang yah, memang aneh ungkap dinda dalam hati.
Suara hatinya berkata kenapa aku bisa bertemu dengannya padahal banyak sekali laki- laki didunia ini. Ungkap nya, ah sudahlah mungkin hanya kebetulan saja gumamnya lagi dalam hati. Keesokan harinya dinda yang tak sengaja bertemu sosok laki- laki misterius itu, sampai akhirnya istirahat pun tiba, suara bel pun berbunyi dan mengagetkan dinda yang sedang berkhayal memikirkan laki- laki yang is temui kemarin.
Hai dinda ucap rey, satu- satunya teman sekaligus sahabat laki- laki dinda yang selalu ada disamping dinda saat sanang maupun susah, kamu kok melamun tanya rey kepadanya ah ngak kok ngak apa- apa aku hanya diam aja, ah kamu bohong jawab rey. Buktinya kamu senyum- senyum sendiri.
Hari itu rey yang melihat tingkah dinda merasa aneh karena tak biasanya seorang dinda yang cuek dan galak senyum- senyum sendiri, tapi karena melihat dinda bahagia rey pun ikut bahagia demi dinda, setelah berbincang akhirnya rey mengajak dinda kekantin sekolah. Hubungan keduanya memang akrab sampai- sampai teman satu kelas menganggap kalau mereka berdua adalah pacaran, namun dinda sama sekali tidak sependapat akan hal itu , berbanding terbalik dengan rey yang justru tak menapik hal itu yang memang benar- benar is harapkan selama ini.
Setelah ngobrol puas dikantin mereka pun kembali kekelas, dinda pun pamit dengan rey untuk pergi ketoilet sebentar. Rey aku ke toilet sebantar yah, ujar dinda. Oh iya din jawab rey yang senyum dengan dinda. Dinda yang sedang berjalsn menuju ke toilet tak sengaja bertemu dengan sosok laki- laki misterius itu lagi mereka hanya saling berpsndangan satu sama lain, setelah pandangan itu terlepas dinda pun bergegas menuju toilet. Setelah selesai dari toilet dinda pun menuju kekelas. Sesampainya dikelas dinda pun kaget melihat sosok misterius yang pernah beberapa kali ia temui itu ternyata ada didepan nya.
Karena merasa heran melihat laki- laki itu, dinda pun bertanya pada rey, dia siapa? Lalu rey menjawab entah lah aku tak tahu. Sampai tiba saat nya sosok laki- laki misterius itu dikenalksn oleh pak karno guru wakil kesiswaan dsekolah itu. Setelah pak karno selesai dan tibalsh saatnya sosok misterius itu berbicara. Wajahnya yang tampan, berlesung pipih dan tinggi dan tegas itu berkata seolah meyapa “ hai teman!! Aku Angga sebelumnya aku tinggal di semarang, aku pindahan dari sma jaya, senang bertemu dengan kalian. Senyumannya yang seakan membuat wanita dikelasnya terpana termasuk dinda yang hanya memperharikan saja
. Kamu kok beda ungkap rey pada dinda beda kenapa jawab dinda, perasaan aku ngak kenapa- napa terus kok kamu bilang gitu? Tanya dinda ngak kok jawab rey. Hari itu rey merasa kesal dan marah pada dinda karena sikap dinda yang cuek padanya, karena kehadiran angga sih anak baru itu, apa sih kelebihan anak baru itu? Gumam rey yang merasa diabaikan olehdinda. Dinda yang biasanya berdua dengan rey kini mulai menjauh karena kehadiran angga yang membuatnys terpanah.
Hari berganti hari dan tampak jelas bahwa hubungan rey dan dinda tidak seakrab atau sedakat dalu tak ada yang mengira semua itu dapat terjadi. Rey pun pasrah dan is pun hanys bisa menerima saat tangan dinda digenggam erat oleh angga yang ingin mengajak dinda keluar dari gerbang sekolah dengan mengendarai sepedah motornya. Dinda tampak nya memanggil rey “ rey…rey… Terdiam tanpa kata itulah rey. Yang seolah tak mendengar suara dari dinda.
Rey terus beralu dan mengendarai motornya secepat mungkin, tampak raut kecewa terpancar jelas diwajahnya. Pagi itu rey dan dinda berpapasan digerbang. Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut rey. Begitu jelas raut wajah kecewa diwajahnya. Rey pun bergegas cepat untuk meninggalksn dinda. Sementara itu dinda ysng bingung dengan sikap rey yang tiba- tiba berubah drastis dari biasanya itu.
Beberapa bulan kemudian rey yang mulai menjauhi dinda mulai tidak memperdulikan dinda walaupun ia sebenarnya sangat cemburu dengan angga. Tibalah waktunys angga dsn rey bertemu dilapangan basket keduanya memang suka basket, rey sengaja melemparkan bola ke arsh angga namum dengan cekatan bola itu ditangkap oleh angga. Rey ysng kesal karena aksinya yang ingin mencelakai angga itu gagal.
Rey pun menantang angga untuk bertanding melawannya dengan membuat dinda sebagai taruhannya. Awalnya angga tidak mau tapi karena sifat rey yang begitu sombong akhirnya angga pun terpancing emosinya dan ia pun mau menerima tantangan dari rey yang sombong itu. Pertandingan pun dimulai sampai pertandingan selesai ternyata angga kales dan taruhannya angga akan menjauhi dinda untuk selamanya. Akhirnya angga mau bertanding melawan rey dan mereka berdua pun sengit dalam bertanding dan rey pun kalah dengan angga.
Angga sekarang bebas mendekati dinda, hal tersebut membuat rey marah besar dan berniat balas dendam dengan angga. Banyak hal yang ingin dilakukan rey terhadap angga. Keesokan harinya tepatnya waktu pulang dari sekolah rey mencegat angga yang sedang berkendara dengan samgat terkejut angga pun tidak meladeni rey. Angga pun bersikap biasa saja sampai akhirnya angga dikeroyok oleh rey dan rombongannya. Dinda yang mendengar hal itu pun marah kepada rey dan merasa kecewa dinda menemui rey yang seolah menjauh dari dinda.
Dinda tak terima dengan hal itu dan ia pun tidak lagi memperdulikan rey yang telah menyesali perbuatannya yang telah berbuat keji terhadap angga. Namun hal itu tak pernah diperdulikan dinda. Angga yang sama sekali tidak pernah cerita dengan dinda yang memilih diam dan tertutup akan hal itu. Tapi dinda sangat bangga terhadap kekasihnya itu walaupun angga dikeroyok oleh rey, angga tak pernah menyesali dan angga memilih untuk diam dan seolah tidak tahu.
Setelah kejadian itu rey akhirnya diterima kembali oleh dinda dan mereka bersahabat kembali, dan hubungan dinda dan angga pun semakin berjalan dan berlanjut dengan bahagia. Tak ada kata menyesal bagi angga untuk berbuat baik, dan angga memang lelaki idaman bagi dinda.
Selesai

Comments
Loading...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/benny123/public_html/wp-includes/functions.php on line 4757