education.art.culture.book&media

Pintu Berkah

Karya: Dian Oktavia

Pintu Berkah

 

Ribuan orang berlarian ke arah pintu masuk yang sering dilalui oleh perempuan berambut putih nan terurai, lebat panjang, dan bergelombang. Siapapun yang melihatnya akan mendefinisikan bahwa perempuan tua itu tak memiliki bagian terpenting didalam hidupnya. Jika kalian mendengarkan betapa banyak orang-orang yang menelantarkan perempuan tua diluaran sana, maka secara tidak langsung perasaan dan pikiran kalian akan menangis serta teriris bertubi-tubi.

Langsung saja, betapa berharganya didunia ini jika kita mendengar satu kata yaitu IBU. Perempuan lanjut usia yang tak akan pernah bosan untuk memarahi kita dengan segala kebaikan yang dia berikan. Pastinya, kalian mempunyai ibu yang luar biasa menyanyangi kalian. Ibu, setiap pagi selalu membangunkan anak-anaknya apapun yang mereka minta di pagi hari selalu beliau berikan entah apapun itu.Waktu yang dia keluarkan banyak menguras energinya.

Kisah itu dapat aku gambarkan, pada desember 2018. Ketika itu ada seorang anak yang menagih uang jajan kepada ibunya dengan cara membentak dan mencaci maki. Anak tersebut, sudah membantu ibunya memasak dan merapikan pekerjaan rumah lainnya. Tetapi, adakala anak tersebut membentak sambil menadahkan tangan dengan memintak uang upah kepada ibunya.

Sangat tragis kisah itu, ibu yang tak pernah meminta apapun terhadap anaknya berbanding terbalik dengan kebaikan yang telah diberikan beliau kepada anaknya. Tuntutan anak terhadap ibunya dijadikan tabel kerja agar kapan saja bisa menagih tabel kerja tersebut yang berisikan materi yang banyak.

 

Bukan apa, orang yang dengan tega menelantarkan ibunya sama saja menghilangan sebuah mutiara yang tertanam didalam diri orang tersebut. Didunia, hampir 99% memiliki seorang anak perempuan karena populasi manusia itu banyak ditinggali oleh anak-anak perempuan yang nantinya akan terlahir menjadi seorang ibu.

Pastinya, ketika ibu marah itu yang terlintas dipikiran kita adalah menganggap bahwa ibu itu wanita jahat yang selalu memarahi anaknya. Nah, disini kalian jangan sampai menganggap bahwa perlakuan itu semata-mata karena ingin memarahi kita tetapi cobalah untuk berpikir bahwa semua itu merupakan rasa sayang yang dia berikan kepada kita sebagai anaknya.

Tingkah anak-anak yang seolah-olah memaksakan kehendak dirinya menimbulkan permasalan yang begitu besar didalam hidupnya sendiri. Rasa gejolak yang membabi buta pada kondisi dimana anak tersebut telah menduharkai ibunya sendiri.

Sangat disayangkan jika kalian melakukan hal yang seperti itu, apapun yang telah ia berikan haruslah kita terima dengan sebaik mungkin karena ibu merupakan kasih yang diberikan tuhan untuk kita jaga dan kita sayangi.

Sedikit nasehat, fenomena yang terjadi diluaran sana dijadikan masukkan untuk diri kita agar perbuatan tersebut tidak terjadi terhadap diri kita sendiri. Kebaikan yang telah beliau berikan tak ingin minta balasan apapun. Sekiranya, jika kita menghormati dan menyanyangi itu telah menjadi perbuatan yang luar biasa mereka inginkan.

Akhir cerita ini, ku persembahkan kepada wanita tua yang memiliki keriputan diwajahnya dengan segala beban yang ia rangkul sendiri dihidupnya. Semoga kita bisa melihat senyum terindah yang beliau berikan sampai kita menutup mata nantinya.

 

Semoga Bermanfaat…

Comments
Loading...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/benny123/public_html/wp-includes/functions.php on line 4757