education.art.culture.book&media

Pengorbanan Ibuku

Jika berbicara mengenai seorang Ibu, tak akan pernah ada habisnya. Banyak perjuangan dan juga pengorbanan yang Ia lakukan, mulai dari mengandung kita hingga sekarang kita telah sedewasa ini. Yaa sungguh besar jasanya, sungguh banyak pengorbanannya. Itulah Ibu, sosok wanita yang sangat tangguh dan berhati mulia. Ia selalu berusaha melakukan hal terbaik untuk anaknya meskipun sangat sulit untuk dilakukan, Ia pun tidak pernah goyah memberikan cinta kasih kepada anaknya. Begitu pula dengan Ibuku, aku bisa melihat betapa besar kasih sayangnya kepadaku.

Sejak kecil Ibuku selalu berusaha agar Aku dan Kakakku bisa hidup dengan baik dan bahagia. Saat masih sekolah dulu, Ibu selalu mengantar Aku dan Kakakku sejak pagi-pagi buta agar kami berdua tidak terlambat sampai ke sekolah. Selain mengantar kami ke sekolah Ibu juga selalu menyiapkan bekal untuk kami karena kalau jajan bisa membuat boros dan makanan yang di jual kurang higenis. Itulah mengapa Ibu selalu membawakan kami bekal. Sepulang sekolah Ibu selalu membantu kami mengerjakan tugas dan mengajar kami saat ada ulangan ataupun ujian. Ibu selalu perhatian kepada kami dan selalu meluangkan waktunya untuk kami, begitu perhatiannya Ibuku. Sejak itu, Aku dan Kakaku berusaha belajar lebih giat lagi agar segala hal yang Ibu korbankan untuk kami tidaklah sia-sia.

Pagi itu ku lihat Ibu terbangun dari tidurnya, Ia segera menunaikan sholat subuh. Yaa.. Ibu sosok yang patuh kepada penciptanya, Ia selalu mengingatkanku agar selalu melaksankan ibadah. Katanya segala kesusahan kita akan hilang jika melaksanakan perintah sang maha pencipta dan segala keinginan kita akan terkabulkan. Sungguh aku bangga dengan Ibu yang selalu mengajarkan hal baik kepadaku. Setelah melaksankan sholat subuh, Ibu segera memasak dan aku pun membantunya. Jika semuanya telah selesai, Ibu segera menyiapkan sarapan untuk kami di pagi hari, kebetulan ayahku pergi bekerja sangatlah pagi sehingga Ibu terbiasa menyiapkan nya sepagi ini. Ayahku pun segera pergi bekerja, tak lama kemudian Ibuku pun juga pergi bekerja. Yaa, Ibuku juga bekerja membantu Ayahku, Aku sangatlah paham mengapa Ibuku ingin bekerja, Ia tidak ingin menyusahkan Ayahku sendirian dan Ibu juga takut kalau-kalau kebutuhan kami tidak terpenuhi, makanya Ibu selalu bekerja dengan sangat keras.

Meskipun anggota keluarga kami terbilang sedikit, tetapi Ayah dan Ibuku bekerja semua. Hal ini dilakukan agar kebutuhan kami sama-sama terpenuhi. Ayahku selalu pulang bekerja larut malam meskipun penghasilannya tidak seberapa tetapi Ayahku bangga dengan pekerjaannya. Karena berkat kerja kerasnya lah Aku dan Kakakku sama-sama sedang mengenyam pendidikan tinggi. Ibuku pun juga begitu meskipun Ia harus bekerja setiap hari tetapi Ia tidak pernah mengeluh, justru Ia merasa bangga karena masih bisa bekerja dan bisa memenuhi kebutuhan kami. Aku sangat menyayangi ibu dan ayahku. Ibuku mempunyai hati yang mulia karena selain tidak pernah mengeluh, Ia selalu memperlakukan Aku dan Kakakku dengan sangat baik, Ia selalu memperhatikan kebutuhan kami dan selalu memberikan kasih sayang yang tiada hentinya. Begitu besar pengorbanannya.

Berkat Ibuku yang selalu membantu Ayahku bekerja, kakakku telah selesai mengenyam pendidikan. Tentunya kedua orang tuaku sangatlah bahagia karena apa yang mereka lakukan tidaklah sia-sia. Tentunya selalu ada pengorbanan dan doa dari seorang Ibu di balik kesuksesan anaknya. Benar saja, aku pun merasakan hal itu. Aku merasa Ibuku sudah banyak berkorban agar aku bisa mengenyam pendidikan ini, Ia tidak pernah merasa terbebani atas apa yang dilakukan, asalkan aku bisa mengenyam pendidikan dengan baik, akan Ia lakukan apapun itu. Ibu juga selalu mendoakan kami agar pendidikan ini bisa bermanfaat bagi kami kelak. Sekarang aku sedang berusaha agar pendidikan yang sedang ditempuh ini cepat selesai dan tuntas sampai akhir. Aku sedang berusaha agar tidak mengecewakan mereka dan lebih semangat lagi dalam belajar. Aku hanya ingin membuat Ibu dan Ayahku bahagia dan bisa membuat mereka bangga dengan pencapaian ku. semoga saja harapan ku ini terkabulkan. Ibu ku selalu bilang bahwa Ia bangga terhadap anak-anaknya. Aku juga ingin bilang kalau aku lebih bangga memilki Ibu yang selalu mengorbankan apapun demi anak-anaknya agar berhasil. Sebab tanpa pengorbanannya kami bukanlah apa-apa. Terima kasih Ibu untuk segalanya.

Namaku Herlina yang lahir di Palembang, pada 31 Desember 1996. Menulis adalah hobiku dan menjadi pengusaha sukses adalah cita-citaku. Saat ini aku sedang menempuh pendidikan di STKIP-PGRI Lubuklinggau.

Comments
Loading...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/benny123/public_html/wp-includes/functions.php on line 4757