education.art.culture.book&media

Rindu di Batas Senja

                       Rindu di Batas Senja
Setiap hari aku rindu
Aku selalu ingin bicara denganmu
Mungkin ini tentang rindu yang ada dalam genggamanku
Rindu yang hanya bisa ku genggam
Selaksa do’a selalu ku panjatkan
Disaat matahari tenggelam
Aku selalu berharap datangnya senyummu bersamaan dengan datangnya senja
Jangan salahkan aku yang selalu memikirkanmu
Temuilah aku diseperempat gelapnya senja
                     Di Balik Keindahan Senja
Yang memisahkan antara siang dan malam
Momen paling tepat mendapatkan inspirasi
Momen dimana menyimpan banyak arti
Senja, seakan-akan menyampaikan sebuah pesan
Pesan kepada seisi semesta
Ketika mata cahaya ini mulai menyurup
Bunga-bunga dan dedaunan pun ikut mengucup
Naruli seolah memaksa semuah makhluk
Memaksa untuk tunduk kepada sang maha pencipta
Betapa bersahaja sebuah senja
Begitu terang dan anggun
Ketika ia hadir
Seisi alam jatuh dalam diam, hening, tanpa suara
Kehadirannya Kerap melahirkan kenangan, senyum, rindu, sekalipun air mata
Dengan angin yang hanya sekedar berhembus
Yang seolah melengkapai ketenangan hati ini
Seolah-olah lelah seketika terbayarkan
Semangatku kembali setelah kulihat indahnya senja
Wujudnya seakan tidak ada habisnya
Selalu bisa menarik perhatian orang-orang
Waktu yang paling indah dan juga romantis
Untuk bercengkrama dan berbagi cerita
Dan ditemani dia yang begitu spesial di hati.
                            Senja Itu Setia
Dia adalah bagian waktu setengah gelap dibumi
Dia selalu menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu
Seolah selalu bisa membuat orang menjadi romantis
Bahkan mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya
Kedatangannya yang menenggelamkan matahari
Bahkan dia selalu bisa menghipnotis setiap insan
Dia tak perlu berjanji untuk kembali
Dia Cuma butuh waktu untuk menepati
Karena dia tahu,
Meninggalkan bukan berarti mengusaikan segala harapan
Tapi meninggalkan hanya untuk menguji kesabaran
Lain dengan engkau yang hadir secara tiba-tiba
Lalu pergi tanpa pamitann

                            Senja Itu Gelap

Aku melihat senja yang tak menampakkan kebahagian
Padahal aku ingin senja menghibur soreku
Tapi kali ini senja ikut terpuruk dalam kesedihan
Kali ini senja mengecewakan semuah orang
Bahkan kali ini senja pergi dengan sangat cepat
Sungguh cepat warna jingga itu berganti gelap
Dimana warna jingga cerah yang menghiasi langit kini sudah tak terlihat
Kini hanya awan hitam yang kulihat
Kicauan burung yang semakin lirih hingga menjadi sunyi
Siapa yang berani menyakiti senjaku?                                                         Saksi
Senja diatap langit mengerling mesra
Menyatakan kerinduan kepada malam
Ranting dan dedaunan melambai-lambai
Seakan memanggilku segera menuju keheningan
Keheninganlah yang mempertemukanku dengan prihal yang hari ini telah ku lakukan
Diam-diam apa yang sanggup aku kusembunyikan kepada malam
Senja diatap langit masihkah akan mengerling mesra
Setiap hari menjelang malam senja selalu mempertemukan saya dengan seluruh kesaksian
Aku tak mampu berpaling semuah arah seolah menampakkan cemas wajahku

Comments
Loading...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/benny123/public_html/wp-includes/functions.php on line 4757