education.art.culture.book&media

Termenung di jingga

termenung di jingga “
Adakalanya dibalik sebuah cahaya pasti memiliki keunikan
Tatkala senja yang selalu memancarkan cahaya jingga
Disaat waktu sore tiba
Disitulah gelap menutup mata alam
Seiring berjalannya waktu
Tiba-tiba kenangan memetik sepuncuk bintang di baalik awan
Ketika bulan kembali bersinar
Kegelapan pun mulai memudar
Kau telah memberikan sejuta harapan untuk ditegakkan
Ketika kami keliru mengartikan kehidupan ini
Bayang-bayangmu selalu menghantui jalan hidup kami
Warnamu telah menjadi filosofi untuk menghargai waktu
Senja
Warna jinggamu telah kami nikmati di setiap waktu
Sampai hadirmu harus ditelan kegelapan
Hancurnya sebuah harapan pada waktu fajar
Karena banyaknya sebuah pikiran yang di sia-sia kan
Hingga mereka pun lupa untuk bersyukur.

“ Pesona senja “
Senja
Aku menemukanmu di langit malam
Kamu menjelma sebagai bulan jikalau bulan tiada
Kamu seperti kanvas hitam yang rela kulukis menjadi bintang
Aku selalu merasakan kehadiranmu
Sebab, aku melihat itu semua dengan mata hatiku
Ingin rasanya aku memilikimu
Agar cahaya indahmu tidak sirna
Kamu hanya terdiri dari jingga
Tapi kamu mampu mengagumkan semua mata
Senjaku yang anggun
Tetaplah bersinar dibalik langit jingga
Karena pesonamu mampu membuat mereka terbuai menatapnya .

“ senja yang malang “
Senja
Engkau tak begitu indah kali ini
engkau berlahan menghilang
Dan suara azan mulai terdengar
Azan mengingatkan kita untuk beribadah
Menggunakan waktu senja untuk mendekatkan diri kepada allah
Akan tetapi, senja digunakan untuk membuat bumi menangis
Senja yang tak begitu indah
Senja yang dihiasi dengan keramaian
Senja yang jauh dari kata tentram
Senjamu sungguh malang
Senja memang ada setiap hari
Akan tetapi, tidak setiap senja menjadi begitu berarti

“ senja atau fajar “
senja memang sangat indah
dengan semua ketenangan dan kedamaiannya
aku menyukai senja
tapi aku lebih suka dengan fajar
entah dengan kalian , apakah kalian menyukai fajar sepertiku ataukah senja ?
mungkin banyak yang berfikir lebih indah senja dibandingkan fajar
tapi bagiku fajar adalah waktu ynag sangat indah
dengan warnanya yang kemerah-merahan
memberikan kita semangat akan segala hal
bagiku fajar adalah waktu yang penuh dengan keberkahan

Wiwik susanti , saya biasa dipanggil wiwik. Perempuan kelahiran desa banpres, kecamatan tuah negeri , kabupaten musirawas , tanggal 24 oktober 2001 . saya menempuh pendidikan di sekolah tinggi keguruan dan ilmu pengetahuan ( STKIP ) di kota lubuklinggau . cita-cita saya ingin menjadi guru bahasa indoneisa.

Comments
Loading...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/benny123/public_html/wp-includes/functions.php on line 3783