education.art.culture.book&media

Menulis

Akhir-akhir ini saya mulai meninggalkan penah dan buku, karena lebih santai menulis menggunakan handphone, yaa sesekali sambil menikmati pemandangan di belakang istana ku yang megah nan mewah ini (kolam), tepat di belakang kosan ku terdapat petakan kolam yang sengaja di buat untuk menampung air kotor (sebuah air yang telah ternodai karena sudah digunakan untuk mandi ), bahasa kasarnya comberan. Iya maksud ku menikmati pemandangan comberan. Oke saya waras.

Menulis adalah kebiasaan dari kecil yang saya miliki, awal mula saya suka menulis itu ketika saya duduk di bangku 3 SD hampir tidak naik kelas dikarenakan saya kurang lancar menulis dan membaca, tapi waktu itu saya naik kelas ya karena orang tua berkata apabila saya tetap tidak naik kelas apakah saya akan lancar membaca dan menulis nanti nya? Tidak. Yang ada saya semakin enggan berlatih membaca dan menulis, dan itu benar ketika ibu melontarkan perkataan itu dalam hati langsung terfikir bahwa saya harus lebih giat belajar membaca dan menulis karena itu penting untuk kenaikan kelas saat ini, akhirnya pihak sekolah memutuskan bahwa saya naik kelas, allhamdullilah kelancaran membaca dan menulis ku semakin hari semakin membaik bahkan nilai pelajaran juga semakin baik sampai akhirnya saya hobi menulis sesuatu bahkan tidak ingin berhenti menulis, dulu waktu SMP saya sering menulis sesuatu tentang kejadian di hari itu, karena itu seperti kenikmatan tersendiri bisa berimajinasi lewat fikiran, hati, dan gerakan (menulis).

Menurutku menulis cerita tentang kehidupan ialah alat untuk menginggat masa yang sudah terjadi. singkat nya seperti ini, jadi dulu sebelum kami berpisah (masa SMP) saya pernah menulis deskripsi tentang teman-teman satu kelas lengkap dengan nama mereka, hobi, kejahilan mereka, serta nama kedua orang tua mereka, buku itu berjudul RESPA (REMAJA SEMBILAN EMPAT), ketawa sendiri bacanya karena disitu juga ada foto ekspresi mereka masing-masing, di dalam buku itu banyak sekali kenangan, satu cerita yang menurut saya sangat membekas di hati kami semua yaitu classmeting yang kacau hahaha, dulu kelas kami berperang melawan sembilan lima itu demi pertandingan bola semua nya jadi kacau maki-makian hingga saling adu keberanian, laki-laki dan perempuan itu saling adu mulut, berkoar-koar di toa sekolah, saling ejek nama kelas, saling menjatuhkan, saling sorak-menyorak, sembilan empat vs sembilan lima, itulah dulu julukan kelas kami, sempat terjadi kericuhan antar kelas yakni perang sampah, jadi kalau di smp itu urutan kelas nya dari kelas sembilan satu sampai sembilan enam, sedang kan sembilan empat dan lima kelas nya berdampingan ketika pagi salah satu diantara teman kami ada yang tidak sengaja membuang sampah di depan teras kelas sembilan lima, tiba-tiba beberapa sampah sudah berserakan di depan kelas kami ketika istirahat telah usai, karena dulu masih labil kami pun membuang sampah itu kembali ke kelas sebelah, begitu pun kelas sebelah tak mau kalah bahkan air pun disiram kan ke lantai kelas kami , kericuhan berlangsung namun tidak sampai masuk ke ruang BK (bimbingan konseling), sampai akhirnya kelas kami dipisah, disitulah kedamaian hampir terjadi na’asnya provokator Masi bermain di belakang kami sehingga belum ada kata damai.

Begitu lah singkat ceritanya, intinya menulis itu bukan lah hal yag sangat sulit, menulis itu tentang hati dan fikiran, jika kalian sedang bersedih cobalah untuk menulis dan bacalah tulisan itu kembali ketika kalian sudah tidak bersedih lagi, pasti kalian akan tersenyum karena kesedihan kemarin sudah mampu kalian lewati. Menulis hanya membutuhkan jiwa yang tenang dan keadaan yang sunyi, karena itu adalah suasana berimajinasi yang pas bagi kalian untuk berkreasi dalam menulis, penah yang berisi tinta akan menjadi sangat istimewa apabila di gunakan untuk menciptakan tulisan yang indah, bukan penah yang mahal untuk memulai kehidupan menulis mu, cukup penah standar dan pemikiran yang menyenangkan akan menemani setiap ketenangan mu, menjadi seorang penulis itu harus memiliki tulisan yang cantik itu adalah pemikiran yang salah, bagiku biar pun tulisan jelekapabila makna nya indah ia akan tetap menjadi tulisan yang bermakna.

Comments
Loading...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/benny123/public_html/wp-includes/functions.php on line 3729