education.art.culture.book&media

SUARA VIA TELEPON YANG DITUNGGU

Senang nya oh senangnya.. hari ini seorang ibu sedang menyampaikan rindunya lewat telfon, tiba-tiba. ( Bunyi dering ) dekatkan handphone ke telinga lalu sapaan dimulai “assalamualaikum Din, Eneng opo? Jarene arep curhat ? Ndang gek ngomong.”ibu. (Assalamualaikum Din, ada apa? Kataya mau curhat ? , Cepet lekas berbicara).

Pertama kali mendengar suara ibu mengucap salam hati ini sungguh meleleh, semua beban menjadi pelajar hilang seketika , semua fikiran yang melayang akhirnya berhenti seketika, allhamdullilah ibu masih peduli terhadap saya, andaikan setiap hari saya mendengar suara nya.

“Waalaikumsalam Mak, hehe di telfon tenan to mak, ndaran ku ora hehe “. Saya. (Waalaikumsalam Bu, hehe di telfon beneran ya Bu, perkiraan ku engga). Dengan senang hati saya menjawab telfon ibu dan mulai lah berbicara tentang masalah kesehatan diri ini, karena beberapa pekan ini saya merasakan ada yang aneh di dalam diri saya, seperti tanggan berkeringat tidak wajar/sangat basah walapun tidak melakukan aktivitas, banyak orang berkata itu penyebab dari sakit jantung atau gejala sakit jantung, memang saya ini orang nya mudah sekali terkejut bahkan hanya dengan bentakan sedikit entah jantung atau hati saya itu terasa sedikit sakit, berdebar dengan keras lalu sedikit ter enggah-enggah, tidak tau persis apa yang terjadi karena saya juga belum memeriksa kan diri ke dokter.

Ibu mendengar seluruh keluh kesah ku sepertinya ia sedikit khawatir dengan keadaan ku menginggat waktu itu saya pernah di rawat karena muntaber dan itu cukup saya tidak mau terulang kembali. “Gek perikso ndok, opo engko bulan 10 mamak Rono Yo, Karo tilek mbok’e”. Ibu.(buruan periksa nak, apa nanti bulan Oktober ibu kesana, sekalian jenguk nenek).ibu. dari perkataan nya saya sudah menerka bahwa kali ini dia sedang khawatir tidak main-main. Terkadang saya berfikir kenapa selalu menyusahkan orang tua, cukup masalah pendidikan saja saya menyusahkan mereka jika untuk diri sendiri seperti kesehatan biar lah saya yang menjaga, namun saya tidak pandai menjaga tubuh ini, saya tidak tau bagaimana berpola hidup yang sehat, bagaimana berhenti memakan makanan yang seharusnya tidak saya konsumsi namun masih saja terus saya konsumsi. Bu.. maaf kan saya.

Tidak tega membuat ibu panik, pasti nanti ibu akan bercerita kepada bapak tentang hal ini, andai kan saya tidak bercerita tentang ini pasti mereka tidak akan khawatir, tak akan terbebani. Sedikit berbeda telfon dari ibu sore ini, karena kami membahas tentang kakak saya, haha ternyata kakak sudah siap untuk menikah namun na’as nya dia belum bisa menyelesaikan tantangan dari bapak yaitu bisa mencari uang sendiri dan melamar calonnya menggunakan uang sendiri dari hasil keringat dia sendiri, lucu nya ibu bercerita kepada saya tentang wajah calon menantunya, ibu bilang ada dua foto yang kakak saya sodorkan, foto pertama yakini seorang gadis yang berkerja sebagai guru disalah satu SMP dekat dengan lokasi sekolah ku, yang ke dua mahasiswa biasa yang belum tau masa depannya namun sudah tergambar seperti nya calon guru juga. Kakak saya kuliah di universitas Sriwijaya jurusan olahraga, allhamdullilah ia sudah menyelesaikan kuliahnya walapun sedikit tertunda, ia mendapat gelar sarjana ekonomi ( Se ),  keluarga besar yang mendukung ia berharap suapaya ia menjadi orang apa yang ia ingin kan, karena untuk melanjutkan sekolah disana sudah menjadi pilihan ia sendiri tidak ada unsur terpaksa. Ibu bercerita itu sambil tertawa karena ia tidak tau ingin memilih wanita mana yang di perbolehkannya mendamipingi anak laki-laki satu-satunya, ada yang lebih lucu dan gimana gituu…. hahaha bukan kisah asmara kakak saja namun kisah saya juga aduhhh ibu.., awalnya ibu berkata bahwa kakak ada menunjukan foto saya menggenakan seragam paskibra karena kemarin saya masih ikut pengibaran bendera di sekolah kebetulan saya menjadi baki pembawa bendera, beberapa foto yang saya kirimkan ke kontak WhatsApp kakak dan diperlihatkan kepada ibu, dia bilang “kenapa laki-laki yang berfoto dengan saya itu muka nya tegang, atau memang setelan nya seperti itu” asli saya engga bisa nahan ketawa tadi, soalnya ibu serius banget bicaranya padahal cuman tanya soal ekspresi muka doi huahahah, iyaaa waktunya saya perkenalkan, maaf sebelumnya di dalam keluarga saya itu semua transparan jangan ada yang di tutup-tutupi kecuali memang masalah sendiri yang orang tua tidak perlu mengetahui, saya perkenalkan lah doi kepada ibu, tau mc/pembawa acara saat pengibaran bendera menyebutkan nama pasukan-pasukan dalam barisan ?? Seperti itu lah saya memperkenalkannya. ” Mak, kui jeneng e Dito, anak ke loro teko bapak aman Karo buk Yeni, omah e neng kupang, tanggal lahir e 29 September 2002, Lanang asli Mak, elek bocah e tapi ora koyo mantan-mantan ku seng mbiyen, aku Karo Dee wes setahun pas”. Saya. ( Buk, dia namanya Dito, anak kedua dari bapak am dan ibu Yeni, rumah nya di kupang, tanggal lahirny 29 September 2002, laki-laki asli Bu, jelek orang nya tapi engga seperti mantan-mantan saya yang dulu, saya Serama dia sudah satu tahun pas). Ibu pun tertawa dan berkata “elek kok di ceweki ndok-ndok) ibu. (Jelek kok di pacari nak-nak), itu hanya ledekan ibu padaku ya, teruntuk doi jangan tersinggung, ibu cuman main-main saja. Obrolan kami pun cukup lama, ada kabar duka dari keluarga besar kami yakni nenek nomor 1 itu telah berpulang ke Rahmatullah tepat satu Minggu yang lalu, menyesal karena baru mendapatkan kabar itu hari ini, saya terlambat, padahal nenek itu adalah nenek favorit saya keitmbang ibu dari ibu saya, paham ya!. Selamat jalan nenek.

Seperti itu lah ibu ku, yang tidak banyak bertanya namun banyak khawatir, saya ini anak perempuan pertama di keluarga dan anak yang paling jauh dari rumah, sedikit kesempatan saya untuk berkumpul basa-basi bersama sanak keluarga, jadi sesekali ada waktu seperti tegang hehe mungkin karena tidak terbiasa dengan lelucon mereka. Bu… Setiap suara mu adalah semangat dalam diri ku, setiap perkataan mu selalu menjadi acuan diri ini ketika sedang lemah, semua cibiran mu dan lelucon mu selalu hadir di saat hati kosong, tetap lah sehat sampai saya memberimu penghargaan wanita terhebat dalam bentuk bukti nyata ibu (sukses),untuk malam ini saya ucapkan selamat malam semoga mimpi indah Bu, tentang kesehatan ini biar lah saya berjuang untuk mengetahui apa sebab nya dan apa yang sedang terjadi, Bu.. ketika saya pulang jangan lupa sayur pare dan pindang kesukaan ku yaa..

Comments
Loading...

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/benny123/public_html/wp-includes/functions.php on line 4757